Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Pengumpulan Data Kependudukan: Sensus, Registrasi, Survey,

Pengumpulan Data Kependudukan: Sensus, Registrasi, Survey,

Pengumpulan Data Kependudukan | Data yang menyangkut penduduk dengan berbagai karakteristiknya merupakan salah satu data pokok yang amat diperlukan untuk perencanaan di segala bidang, misalnya: kebutuhan akan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Data kependudukan dapat diperoleh dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.

Pengumpulan Data Kependudukan, Sensus Penduduk, Registrasi Penduduk, Survey Penduduk.
Pengumpulan Data Kependudukan: Sensus, Registrasi, Survey,  

A. Sensus Penduduk



Sensus atau cacah jiwa adalah proses pencatatan, perhitungan, dan publikasi data demografis yang dilakukan terhadap semua penduduk yang tinggal menetap di suatu wilayah atau negara tertentu secara bersamaan. Sensus dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Sampai dengan 2006 negara Indonesia telah melak sanakan enam kali sensus penduduk, yaitu tahun 1920 (oleh pemerintah Belanda), 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan terakhir tahun 2010.

Tujuan utama dilaksanakan sensus penduduk antara lain untuk mengetahui jumlah dan perkembangan penduduk dalam periode waktu tertentu, mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk di berbagai wilayah, serta mengetahui kondisi demografis lainnya, seperti tingkat kelahiran, kematian, komposisi, dan migrasi.

Di dalam pelaksanaannya, sensus dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
1. Sensus de jure, yaitu proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang benar-benar tercatat bertempat tinggal di suatu wilayah, umumnya sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
2. Sensus de facto, yaitu proses pencacahan penduduk yang dilaksanakan terhadap semua orang yang ditemui oleh petugas ketika dilaksanakan sensus.

B. Registrasi Penduduk


Registrasi penduduk merupakan pencatatan yang terus menerus mengenai kejadian vital yang dialami penduduk berupa kelahiran, kematian, dan perpindahan. Registrasi penduduk didasarkan pada keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1977, ditujukan untuk membangun sistem pencatatan yang berlaku menyeluruh dan seragam di wilayah Indonesia.

Cakupan data yang diperoleh pada registrasi penduduk sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian vital yang terjadi dalam keluarga. Di negara-negara maju, pengumpulan data melalui registrasi umumnya tidak menemui masalah dan hambatan. Sebaliknya di negara-negara berkembang seperti Indonesia, umumnya data yang dicakup masih kurang lengkap karena banyak peristiwa yang tidak dilaporkan dan data kurang rinci sehingga kurang memadai untuk berbagai analisis kependudukan

Penerangan pada masyarakat sangat diperlukan mengenai pentingnya melaporkan kejadian vital yang terjadi di rumah tangganya, sehingga dengan adanya keterbukaan dan penyempurnaan pelayanan akan membantu memberikan hasil pencatatan penduduk yang lebih baik. Data yang dihasilkan akan dapat digunakan sebagai pembanding dan pelengkap seri data kependudukan, baik dari hasil survei maupun sensus. Data tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan kebijakan penduduk.

C. Survei Penduduk


Survei penduduk atau survei sampel merupakan pengumpulan data dari sebagian populasi yang pemilihan sampel atau respondennya dilakukan dengan metode statistik tertentu sehingga tetap dapat melakukan pendugaan atas populasinya. Survei dapat dilakukan kapan saja tanpa dibatasi oleh waktu.

Dengan survei dapat dilakukan penghematan atas biaya, tenaga, dan waktu, karena pengumpulan data hanya dari sebagian populasi. Pernyataan yang diajukan kepada responden dapat memuat jenis atau item yang amat rinci dan khusus. Dalam pemilihan sampel, yang harus diperhatikan adalah sampel harus mewakili populasi, harus mempunyai tingkat kebenaran (reliability) yang dapat diukur, harus sesuai dengan keadaan, dan harus efisien. Contohnya, Survei Penduduk Antar-Sensus (SUPAS), Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, Survei Angkatan Kerja, dan lain sebagainya.

Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel Geografi di atas tentang Pengumpulan Data Kependudukan, semoga bisa bermanfaat dan menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen jika dari artikel di atas terdapat beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya jika dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih...
Karakteristik Matahari, Pusat Sistem Tata Surya

Karakteristik Matahari, Pusat Sistem Tata Surya

Matahari – pusat tata surya atau matahari merupakan sebuah bintang paling dekat dengan planet bumi. Bintang adalah benda langit yang bisa menghasilkan cahaya sendiri. Dan matahari ialah salah satu bintang yang banyaknya 100 miliar lebih yang ada pada galaksi Bimasakti. Sehingga letak matahari yang dekat terhadap bumi, dengan cahaya matahari yang tampak lebih terang serta ukuran matahari juga tampak lebih besar dibanding pada berjuta-juta bintang lain diangkasa. Matahari memancarkan cahaya dengan panasnya pada inti matahari telah terjadi reaksi fusi dan menghasilkan energi sangat besar. Besar suhu inti matahari paling tidak ± 15 juta °C serta suhu pada permukaan kurang lebih mencapai 6.000 °C, dan matahari tersebut terdiri dari gas hidrogen hingga (80%–90%) sekaligus gas helium. Sedangkan energi yang dipancarkan oleh matahari setiap detiknya sebanding dengan energi matahari yang telah diterima oleh Bumi dalam waktu 100 tahun. Sedangkan panas yang dipancarkan oleh matahari sebagai sumber energi utama pada bumi.

Matahari, Karakteristik Matahari, Ciri-ciri Matahari, Sistem Tata Surya.
Karakteristik Matahari, Pusat Sistem Tata Surya | 
Matahari berputar dengan porosnya dari arah barat ke timur. Bila dibanding dengan bumi, ukuran dari matahari tersebut sangatlah besar. Diameter dari matahari sebesar 110x diameter planet bumi. Matahari berbentuk menyerupai dengan bola gas dalam diameter mencapai ±1,4 juta kilometer atau (1.400.000 km). dengan volume matahari yang hampir mencapai 1 juta dibanding volume bumi. Pada ukuran matahari yang memang sangat besar tersebut, maka matahari mempunyai gaya gravitasi yang besar. Sedangkan gaya gravitasi dari matahari sebesar 28 kali dibanding dengan gaya gravitasi planet bumi. Dengan besarnya gaya gravitasi tersebut, maka akan terjadi gaya tarik-menarik pada matahari dengan planet-planet maupun benda langit yang lain. Hal tersebut yang menyebabkan planet-planet maupun benda langit lain selalu beredar untuk mengelilingi matahari.
Jarak tempuh antara matahari dengan bumi ialah 149.000.000 km yang sering dibulatkan menjadi 150 juta km. Dan jarak tersebut sering disebut dalam istilah satu satuan astronom. Pusat tatasurya tersebut mempunyai diameter yang hampir mencapai 1.390.000 km. Matahari mampu memancarkan cahaya karena dalam inti matahari terjadi reaksi fusi yang mampu menghasilkan energi sangat besar.

Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel Geografi di atas tentang Karakteristik Matahari, semoga bisa bermanfaat dan menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen jika dari artikel di atas terdapat beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya jika dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih...
Pengertian Migrasi dan Faktor Pendorong & Penariknya

Pengertian Migrasi dan Faktor Pendorong & Penariknya

Migrasi - Manusia merupakan makhluk yang memiliki kemampuan atau daya mobilitas paling tinggi jika dibandingkan dengan organisme lainnya di muka bumi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti kebutuhan ekonomis, pendidikan, keamanan, atau alasanalasan sosial lainnya sering kali manusia pindah dari suatu wilayah ke wilayah lainnya, kemudian menetap di tempat tujuan.

Bentuk pergerakan penduduk semacam ini disebut mobilitas permanen atau migrasi. Secara umum dikenal dua macam mobilitas permanen, yaitu migrasi internasional dan migrasi internal. Migrasi internasional merupakan proses perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi internasional dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.

Migrasi, Pengertian Migrasi, Faktor Pendorong Migrasi, Faktor Penarik Migrasi.
Pengertian Migrasi dan Faktor Pendorong & Penariknya  

Imigrasi adalah perpindahan penduduk masuk ke suatu negara, atau dapat pula didefinisikan sebagai proses masuknya warga negara asing ke sebuah negaradisebut imigran. Emigrasi adalah proses perpindahan penduduk keluar dari suatu negara, seperti warga negara Indonesia bermigrasi dan menetap di negara Malaysia. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran. Remigrasi adalah proses kembalinya penduduk ke negara asalnya setelah pindah dan menetap di negara asing.

Migrasi internal merupakan bentuk perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya dalam satu negara. Secara umum bentuk-bentuk migrasi internal yang biasa dijumpai di Kepulauan Indonesia antara lain urbanisasi, ruralisasi, dan transmigrasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari kawasan perdesaan ke wilayah perkotaan, sedangkan orang yang melakukan urbanisasi dinamakan urbanisan. Sebaliknya, ruralisasi merupakan bentuk perpindahan penduduk dari kota ke desa.

Gejala urbanisasi berawal dari adanya ketimpangan pemerataan pembangunan antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Di satu pihak akselerasi peningkatan ekonomi dan pembangunan di wilayah perkotaan berjalan relatif lebih cepat dan merambah hampir semua sektor kehi dupan, kecuali bidang pertanian. Adapun di lain pihak pem bangunan di perdesaan cenderung berjalan dengan lamban. Akibatnya, tingkat kesejahteraan masyarakat kota dirasakan jauh lebih tinggi jika dibanding kan dengan penduduk desa. Kondisi ini memacu penduduk desa untuk pergi mengadu nasib ke kota, dengan harapan akan mendapat penghidupan yang jauh lebih layak dibanding kan di desa

Sebagai suatu bentuk interaksi kota dan desa, urbanisasi dipengaruhi oleh dua faktor utama yang dikenal dengan istilah faktor pendorong (push factors) dan faktor penarik (pull factors).


A. Faktor Pendorong

Wilayah perdesaan dengan segala keterbatasan dan permasa lahannya merupakan faktor pendorong terjadinya gejala urbanisasi. Beberapa permasalahan sosial di wilayah perdesaan yang menjadi daya dorong urbanisasi antara lain sebagai berikut.
  • Menyempitnya lahan pertanian yang menjadi mata pencarian utama sebagian besar penduduk perdesaan.
  • Perubahan fungsi lahan dari kawasan pertanian menjadi lahan permukiman penduduk, pembangunan fasilitas sosial, atau menjadi kawasan industri.
  • Jumlah penduduk perdesaan yang semakin tinggi memerlukan pekerjaan yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan lapangan kerja di sektor pertanian semakin berkurang akibat menyempitnya lahan.
  • Tingkat upah kerja di desa umumnya relatif lebih kecil jika diban ding kan dengan di kota.
  • Harapan masyarakat desa untuk meningkatkan taraf hidup dan status ekonomi dengan bekerja di kota.
  • Fasilitas sosial, seperti jenjang pendidikan, kesehatan, olah raga, dan hiburan di wilayah perdesaan relatif terbatas.


B. Faktor Penarik

Di lain pihak, kota dengan berbagai fasilitas dan kemajuannya merupakan faktor penarik bagi masyarakat untuk melakukan urbanisasi. Beberapa contoh daya tarik wilayah perkotaan yang mengakibatkan tingginya arus urbanisasi antara lain sebagai berikut.
  • Kota yang dileng kapi dengan berbagai fasilitas sosial yang lebih memadai tentunya banyak memberikan kemudahan bagi warganya dalam melakukan aktivitas sosial sehari-hari.
  • Lapangan pekerjaan di kota yang lebih beragam terutama dalam sektor industri dan jasa dengan upah relatif tinggi dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.
  • Tersedianya fasilitas pendidikan yang lebih memadai baik dari jenjang maupun jumlah lembaga pendidikan.
  • Tersedianya fasilitas kesehatan, olah raga, hiburan, dan rekreasi dengan jumlah dan kualitas yang lebih baik.
Sebagai suatu gejala yang terjadi di masyarakat, urbanisasi tentu nya memberikan dampak atau pengaruh berupa permasalahanpermasalahan sosial bagi wilayah perdesaan dan perkotaan. Beberapa permasalahan yang dapat timbul sebagai akibat tingginya arus urbanisasi antara lain sebagai berikut.

1. Contoh Permasalahan bagi Wilayah Perdesaan
  • Wilayah perdesaan banyak kehilangan tenaga kerja produktif karena banyaknya orang yang pergi ke kota.
  • Lahan-lahan potensial di perdesaan banyak yang terlantar.
  • Meningkatnya gejala urbanisme pada masyarakat desa, yaitu pola dan gaya hidup yang meniru masyarakat kota.
  • Proses pembangunan desa terhambat karena salah satu modal dasar pembangunan, yaitu tenaga kerja yang terdidik atau terlatih banyak yang melakukan urbanisasi.

2. Contoh Permasalahan bagi Wilayah Perkotaan
  • Persentase jumlah dan kepadatan penduduk kota me ningkat dengan cepat.
  • Tingkat pengangguran meningkat karena banyak penduduk desa yang tidak terserap oleh lapangan kerja yang ada.
  • Tingkat kriminalitas tinggi.
  • Timbulnya permukiman-permukiman kumuh (slum area), seperti sepanjang rel kereta api yang dihuni oleh pen duduk urbanisan yang gagal mendapat kehidupan yang layak di kota.
Sekian penjelasan dari kami, semoga artikel Geografi di atas tentang Migrasi, semoga bisa bermanfaat dan menjadi sumber belajar online temen-temen semua. Sertakan komen jika dari artikel di atas terdapat beberapa kesalahan. Bagikan ke teman-teman yang lainnya jika dirasa artikel di atas bermanfaat. Terima kasih...
4 Prinsip-prinsip Geografi (Persebaran, Interelasi, Deskripsi, Korologi)

4 Prinsip-prinsip Geografi (Persebaran, Interelasi, Deskripsi, Korologi)

Prinsip-prinsip geografi merupakan dasar untuk menjelaskan berbagai fenomena geografi. Prinsip geografi terdiri atas 4 macam, yaitu prinsip persebaran, interelasi, deskripsi, dan korologi (keruangan).

Prinsip-Prinsip Geografi, 4 Prinsip Geografi, Apa Prinsip-prinsip Geografi? Prinsip Persebaran, Prinsip Interelasi, Prinsip Deskripsi, Prinsip Korologi, Prinsip Keruangan.
4 Prinsip-prinsip Geografi (Persebaran, Interelasi, Deskripsi, Korologi)

1. Prinsip Persebaran, 

yaitu bahwa gejala atau fenomena geografi terdapat di mana-mana dan tersebar di permukaan bumi. Gejala atau fenomena geografi tersebut dapat berupa fenomena fisik atau fenomena sosila yang persebarannya tidak merata di permukaan bumi. Misalnya, keadaan sumber air tanah tidak dijumpai di semua tempat atau kemacetan lalu lintas juga tidak dijumpai di semua tempat. Oleh karena itu, untuk mengamati gejala dan fenomena yang terbesar itu diperlukan alat bantu antara lain peta.

2. Prinsip Interelasi, 

yaitu adanya hubungan saling keterkaitan antargejala dalam ruang. Hubungan saling keterkaitan itu dapat terjadi antarfenomena fisik,antarfenomena sosial,serta antara fenomena fisik dan fenomena sosial. Misalnya, terjadi banjir di wilayah hilir salah satu penyebabnya adalah rusaknya hutan di wilayah hulu akibat perilaku manusia.

3. Prinsip Deskripsi, 

yaitu penjelasan tentang adanya gejala atau fenomena geografi. Persebaran dan hubungan gejala atau fenomena geografi dapat diungkapkan antara lain dalam bentuk data, grafik, dan peta. Ketiga bentu perngungkapan fenomena tersebut akan lebih jelas apabila diberikan pemaparan atau penjelasan dengan menggunakan rangkaian kalimat.

4. Prinsip Korologi, 

yaitu pengkajian gejala atau fenomena geografi secara menyeluruh (komprehensif) dalam ruang tertentu (spatial). Di dalam prinsip korologi setiap gejala atau fenomena geografi dikaji dengan cara memadukan prinsip-prinsip tersebaran, interelasi, dan deskripsi. Hasil pengkajian melalui perinip korologi menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan gejala, fenomena, dan fakta antar wilayah. Oleh karena itu, akan memberikan corak tertentu sehingga tampak adanya kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk.

Berbagai fenomena geosfer dapat dikaji dalam geografi melalui enam pertanyaan pokok, yaitu what, where, when, why, who, dan how. Keenam pertanyaan tersebut dikenal dengan prinsip 5w 1h.
  1. What untuk mengetahui peristiwa apa yang terjadi.
  2. Where untuk mengetahui di mana peristiwa terjadi.
  3. When untuk mengetahui kapan peristiwa terjadi.
  4. Why untuk mengetahui kenapa peristiwa itu bisa terjadi.
  5. Who untuk mengetahui siapa yang terlibat dalam peristiwa yang terjadi.
  6. How untuk mengetahui bagimana solusi atas peristiwa yang terjadi.
Itulah penjelasan mengenai Prinsip-prinsip Ilmu Geografi, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
Apa Saja Sarana Bantu Ilmu Geografi?

Apa Saja Sarana Bantu Ilmu Geografi?

Geografi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang cakupannya cukup luas. Untuk itu, dalam mempelajari geografi pun diperlukan ilmu penunjang dan sarana bantu untuk mempermudah dalam mempelajari ilmu geografi. Untuk mempermudah dalam mempelajari geografi dipelukan sarana bantu, antara lain tabel, diagram, grafik, dan peta. Sarana bantu tersebut digunakan untuk melihat secara tidak langsung atas gejala fisik dan sosial, persebaran, hubungan, serta susunan keruangannya. Berikut adalah penjelasan lengkapnya. Semoga bermanfaat!

Sarana Bantu Ilmu Geografi, Table, Diagram, Grafik, Peta.
Apa Saja Sarana Bantu Ilmu Geografi?

A. Tabel

Tabel menjadi sarana bantu geografi karena memuat data, baik berupa kata, kalimat, ataupun angka tentang fenomena di permukaan bumi. Data tersebut disusun secara sistematis yaitu urut ke bawah atau ke samping dalam lajur dan deret tertentu dan diberi garis pembatas ehingga mudah untuk disimak.

Informasi yang disusun dalam table disesuaikan dengan tema atau topik yang disematkan. Contohnya:

No Lempeng Mayor Lempeng Minor
1. Lempeng Eurasia Lempeng Filipina
2. Lempeng Amerika Utara Lempeng Juan de Fuka
3. Lempeng Amerika Selatan Lempeng Karibia

B. Diagram

Diagram termasuk sarana bantu geografi yang digunakan untuk menjelaskan fenomena geosfer dengan melukiskan bagian-bagian dan cara kerjanya secara berurutan, bias disebut dengan diagram arus.

C. Grafik

Grafik termasuk sarana geografi yang menunjukkan naik dan turun atau pasang surut suaut gejala atau fenomena terntenu antarwaktu dengan menggunakan garis.

D. Peta

Peta termasuk sarana bantu geografi karena memuat bermacam-macam data dari pemukaan bumi yang dapat di informasikan. Untuk memudahkan penyampaian informasi, peta dibuat dengan ukuran, tema, dan topik tertenu.

Itulah penjelasan mengenai Sarana Bantu Ilmu Geografi, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
Ruang Lingkup Ilmu Geografi (Fisik, Sosial, Regional)

Ruang Lingkup Ilmu Geografi (Fisik, Sosial, Regional)

Berdasarkan pengertian geografi seperti telah dikemukakan di artikel sebelumnya, maka ada dua aspek utama yang dipelajari dalam geografi, yakni aspek linkungan fisik dan aspek lingkungan sosial.

Geografi, Ruang Lingkup Geografi, Geografi Fisik, Geografi Sosial, Geografi Regional, Aspek Lingkungan Fisik, Aspek Lingkungan Sosial.
Ruang Lingkup Ilmu Geografi (Fisik, Sosial, Regional)
Aspek lingkungan fisik menyangkut keadaan lingkungan alam di luar manusia, seperti bentuk muka bumi, ptoensi muka bumi, perairan, keadaan udara, dunia tumbuhan dan hewan. Aspek lingkungan sosial mencakup permasalahan yang berhubungan dengan aktivitas manusia sebagai makhluk sosial, yang tercermin dari budayanya. Kedua aspek tersebut dinamakan geosfer sebagai objek kajian geografi.

Geosfer terdiri dari berbagai bagian, yakni atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer. Sepintas, masing-masing bagian geosfer atau sfera tersebut saling terpisah. Namun, bila diperhatikan leibh seksama ternyata lapisan-lapisan tersebut saling terkait, saling berinteraksi, dna membnetuk suatu sistem.

Karekteristik dan sifat setiap bagian berbeda-beda. Litosfer umumnya bersifat relatif statis, artinya pada waktu tertentu menjadi sangat dinamis, misalnya saat terjadi gempa bumi atau letusan gunung api. Atmosfer, hidrosfer, dan biosfer umumnya bersifat dinamis, artinya setiap saat lapisan-lapisan tersebut dapat mengalami perubahan-perubahan.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa ruang lingkup geografi tidak hanya mencakup aspek fisik dan sosial saja, melainkan juga mencakup aspek regional. Sehingga ada tiga ruang lingkup geografi; geografi fisik, geografi sosial, dan geografi regional.

Geografi fisik mempelajari gejala-gejala alam di permukaan bumi yang meliputi atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer. Gejala-gejala alam tersebut berkaitan dengan bentuk, relief, iklim, dan segala sesuatu tentang bumi, serta tentang proses-proses fisik yang terjai di darat, laut, dan udara yang berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia.

Geografi sosial mempelajari segala aktivitas kehidupan manusia di bumi dan interaksinya dengan lingkungan, baik dalam lingkungan sosial, ekonomi, maupun budaya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa geografi sosial (geografi manusia) mempelajari dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan dampak lingkungan terhadap manusia.

Geografi regional mempelajari topik atau bahasan khususnya yang mencakup suatu daerah atau wilayah.

Itulah penjelasan mengenai Ruang Lingkup Ilmu Geografi, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
Pendekatan Ilmu Geografi (Keruangan, Lingkungan, & Kompleks Wilayah)

Pendekatan Ilmu Geografi (Keruangan, Lingkungan, & Kompleks Wilayah)

Geografi adalah salah satu mata pelajaran wajib di sekolah pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Geografi merupakan mata pelajaran dengan cakupan paling luas. Di dalam pengkajian geografi secara terintegrasi, terdapat tiga pendekatan utama dalam kajian ilmu geografi, yaitu sebagai berikut.

Geografi, Belajar Geografi, Pendekatan Ilmu Geografi, Pendekatan Geografi, Pendekatan Geografi Spasial, Pendekatan Geografi Keruangan, Pendekatan Geografi Lingkungan, Pendekatan Geografi Ekologi, Pendekatan Geografi Regional, Pendekatan Geografi Kompleks Wilayah.
Pendekatan Ilmu Geografi (Keruangan, Lingkungan, & Kompleks Wilayah)

1. Pendekatan Spasial (Keruangan)


Analisis keruangan merupakan pendekatan yang khas dalam geografi karena merupakan studi tentang keragaman ruang muka Bumi dengan menelaah masing-masing aspek-aspek keruangannya. Aspek-aspek ruang muka Bumi meliputi faktor lokasi, kondisi alam dan kondisi sosial budaya masyarakatnya. Dalam mengkaji aspek-aspek tersebut, seroang ahli geografi sangat memperhatikan faktor letak, distribusi (persebaran), interrelasi, serta interaskinya. Salah satu contoh pendekatan keruangan adalah sebagai berikut.
  • Sebidang tanah harganya mahal karena tanahnya subur.
  • Sebidang tanah harganya mahal karena letaknya di pinggir jalan.

Pada contoh tersebut, yang pertama adalah menilai tanah berdasarkan produktifitas pertanian, sedangkan yang kedua menilai tanah berdasarkan nilai urangnya yaitu letakny yang strategis.

2. Pendekatan Ekologi (Lingkungan)

Pendekatan lingkungan didasarkan pada salah satu prinsip dalam disiplin ilmu biologi, yaitu interrelasi yang menonjol antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalam analisis lingkungan, geografi menelaah gejala interaksi dan interrelasi antar komponen fiskal (alamiah) dengan nonfisik (sosial).

Pendekatan ekologi melakukan analisis dengan melihat perubaah komponen biotik dan abiotik dalam kesimbangan ekosistem suatu wilayah. Misalnya, suatu padang rumput yang ditinggalkan oleh kawanan hewan pemakan rumput akan menyebabkan terjadnya perubahan lahan dan kompetisi penghuninya.

3. Pendekatan Regional (Kompleks Wilayah)

Analisis kompleks wilayah membandingkan berbagai kawasan di muka Bumi dengan memperhatikan aspek-aspek keruangan dan lingkungan dari masing-masing wilayah secara komperhensif. Contohnya, wilayah kutub terntu sangat berbeda karakteristik wilayahnya dengan wilayah khatulistiwa.

Itulah penjelasan mengenai Pendekatan Ilmu Geografi, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
Apa Saja Hakikat Ilmu Geografi

Apa Saja Hakikat Ilmu Geografi

Pengertian geografi memuculkan penafsiran yang berbeda-beda sehingga menimbulkan kesan yang berbeda-beda pula. Menurut Karl Ritter, geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia. Sebagai tempat tinggal manusia, bumi memiliki struktur dan pola yang terbentuk karena pengaruh aktivitas menusia. Agar pengertian geografi tidak terlalu meluas, adanya hakikat geografi dapat dijadikan sebagai batasan.

Terdapat 6 hakikat dari geografi, yaitu sebagai berikut.

Hakikat Ilmu Geografi, Geografi sebagai Ilmu Pengetahuan, Geografi sebagai Retasi Timbal Balik antara Manusia dan Alam, Geografi sebagai Ekologi Manusia, Geografi sebagai Telaah Bentang Alam, Geografi sebagai Telaah Tentang Sebaran Gejala Alam dan Sosial, Geografi sebagai Teori tentang Ruang Bumi.
Penjelasan 6 Hakikat Ilmu Geografi
1. Geografi sebagai Ilmu Pengetahuan, Biosfik
Hakikat ini berlaku apabila yang dipelajari atau dibahas adalah geografi fisik dan geografi biotik yang menjadi dasar telaah atas eluk beluk tanah.

2. Geografi sebagai Retasi Timbal Balik antara Manusia dan Alam
Hakikat ini berlaku apabila yang dikaji adalah topik-topik sosial, contohnya pengangguran, migrasi, dan kelaparan.

3. Geografi sebagai Ekologi Manusia
Di dalam hakikat ini yang dipelajari atau dibahas adalah adaptasi manusia terhadap lingkungan hidupnya. Manusia tidak hanya dianggap dan diakui sebagai makhluk dari dunia fisik-biotik, tetapi juga sebagai suatu kekuatan. Setiap masyarakat memiliki kemampuan dan cara-cara adaptasi yang diwariskan secara turun-temurun dan selalu dikembangkan. Akan tetapi, ekologi mansuai lebih mengutamakan relasi manusia dengan lingkungannya dan kurang memperhatikan adanya hubungan antarwilayah.

4. Geografi sebagai Telaah Bentang Alam
Di dalam hakikat ini geografi membahas tentang geomorfologi permukaan bumi sehingga dapat diketahui adanya persamaan dan perbedaan bentuk-bentuknya.

5. Geografi sebagai Telaah Tentang Sebaran Gejala Alam dan Sosial
Di dalam hakikat ini geografi membahas gejala dan fenomena yang terjai di mana-mana. Oleh karena gejala dan fenomena tersebut terjadi di mana-mana dan berbeda-beda, maka teknik pembahasan yang dilakukan pun berbeda-beda pula.

6. Geografi sebagai Teori tentang Ruang Bumi
Di dalam hakikat ini yang dibahas adalah kemampuan adaptasi manusia di dalam berperilaku sesuai dengan ruang keberadaanya.

Itulah penjelasan mengenai Hakikat Ilmu Geografi, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
Sejarah Perkembangan Ilmu Geografi

Sejarah Perkembangan Ilmu Geografi

Istilah geografi kali pertama diperkenalkan seorang ahli fislafat dan astronomi terkenal yang bernama Eratosthenes (276-194 SM). Menurutnya, geografi berasal dari kata Geographika yang berarti tulisan atau deskripsi tentang Bumi.

Pada masa itu, ilmu geografi pada umumnya menceritakan berbagai tempat di permukaan Bumi sebagai hasil penjelajahan ke berbagai penjuru dunia yang dikenal dengan aliran Logografi. Selain memperkenalkan istilah Geographika, Erathosthenes juga merupakan orang pertama yang berhasil menghitung keliling Bumi secara matematis. Hal tersebut dilakuukan dengan membandingkan pajang busur dua kota di Mesir, yaitu Alexandria dan Seyne dengan panjang keliling Bumi secara keseluruhan. Adapun dari hasil pengamatannya, Eratosthenes memperkirakan panjang keliling Bumi adalah 252.000 stadia (1 stadia = 157). Hasil pengukuran Erathosthenes ini pada akhirnya menjadi dasar dalam pembuatan globe pertama yang dikembangkan oleh Crates (150SM). Bentuk globe pertama buatan Crates tentunya masih sangat sederhana.

Belajar Geografi, Geografi, Materi Geografi, Sejarah Perkembangan Geografi, Sejarah Perkembangan Ilmu Geografi, Geografi Umum, Geografi Khusus,
Sejarah Perkembangan Ilmu Geografi
Pengertian geografi ini terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu seiring dengan kemajuan pemikiran, pemahaman, dan penelaahan manusia. Seorang ahli astronomis dan metematika bernama Claudius Ptolemaeus (87-150 M) dalam bukunya yang berjudul Geographike Unphegesis mengemukakakn bahwa geografi merupakan suatu penyajian melalui peta dari sebagian wilayah permukaan Bumi yang menunjukkan ketampakan secara umum.

Menurut Ptolemaeus geografi berbeda dnegan Chorografi, karen achorografi lebih mengutamakan ketampakan asli dari suatu wilayah bukan terletak pada ukurannya (bersifat kuanlitatif), sedangkan geografi lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat kuantitatif. Sumbangan Ptolemaeus yang sanga berharga bagi perkembangan ilmu geografi dalam bidang pemetaan (kartografi). Selain itu Ptoleumaeus dianggap sebagai peletak dasar ilmu geografi.

Tokoh lain yang sangat dalam pengembangan kajian ilmu geografi adalah Bernhardus Varenius (1622-1650). Dalam bukunya yang berjudul Geographia Generalis, Varenius mengemukakan pendapat bahwa pada dasarnya bidang kajian geografi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut:

a. Geografi Umum

  1. Bagian terestrial, yaitu pengetahuan tentang Bumi sebagai keseluruhan bentuk dan ukurannya.
  2. Bagian falakiah, yaitu bagian yang menelaah relasi Bumi dengan plent serta bintang-bintang di jagat raya.
  3. Bagian komperatif, yaitu deskripsi mengenai Bumi secara lengkap. Dalma hal ini meliputi letak relatif dari berbagai tempat di permukaan Bumi serta prinsip-prinsip pelayaran samudra.

b. Geografi Khusus

  1. Aspek langit, yaitu aspek yang secara khusus mempelajari keadan iklim.
  2. Aspek permukaan Bumi (litosfer), yaitu aspek yang mempelajari mengenai relif atau bnetuk muka bumi, flora serta fauna di berbagai wilayah di permukaan Bumi.
  3. Aspek manusia, yaitu aspek yang mempelajari aspek penduduk, perdangangan, dan pemerintahan di berbagai wilayah.
Geografi khusus ini kemudian berkembang menjadi geografi regional yang membahas berbagai wilayah di permukaan Bumi.

Perkembangan ilmu geografi juga dipengaruhi oleh adanya pemikiran yang beraliaran fisis determinis. Kelompok ini berpendapat bahwa keadaan alam suatu wilayah sangat menentukan sifat, karakter, dan pola hidup penduduk yang menempati daerah tersebut. Beberapa ahli geografi yang bealiran fisis determinis antara lain Karl Ritter, Friederich Ratzel, dan Elsworth Huntington.

Faham determinis banyak dipengaruhi oleh pemikiran Darwin dengan teori evolusi biologi dalam perkembangan makhluk hidup. Sebagai contoh, Ratzel (Jerman) menganggap negara sebagai organisasi hidup (makhluk hidup) yang dalam perkembangannya memerlukan makanan, minuman, dan ruang bagi kehidupan. Untuk memernuhi kebutuhan, suatu negara pada umumnya akan mencari dan menguasai wilayah-wilayah lain di sekitarnya, terutama wilayah yang lemah. Hunington (USA) berpendapat bahwa kondisi iklim suatu wilayah sangat menentukan tingkat kemajuan sosial budaya penduduknya.

Faham fisis determinis ini banyak ditentang oleh kelompok yang beraliran Posibilisme. Menurut kelompok posibilisme, yang sangat menentukan kemajuan suatu wilayah adalah tingkat kemampuan penduduk, sedangkan alam hanya memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk diolah dan dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Tokoh utama aliran ini adalah Paul Vidal de La Blache (Prancis).

Itulah penjelasan mengenai Sejarah Perkembangan Geografi, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
5 Lapisan Lapisan di Atmosfer

5 Lapisan Lapisan di Atmosfer

Lapisan Atmosfer ~ Atmosfir bumi memiliki serangkaian lapisan, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Jika diurut dari permukaan tanah, lapisan ini dinamai troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer. Eksosfer secara bertahap memudar ke dalam ruang angkasa. | Geografi

Atmosfer, Pengertian Atmosfer, Lapisan Lapisan Atmosfer, Manfaat Atmosfer, Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, Eksosfer
5 Lapisan Lapisan di Atmosfer

Troposfer

Troposfer adalah lapisan terendah atmosfer kita. Mulai di permukaan tanah, ia meluas ke atas sampai sekitar 10 km di atas permukaan laut. Kita manusia hidup di troposfer, dan hampir semua cuaca terjadi di lapisan terendah ini. Sebagian besar awan muncul di sini, terutama karena 99% uap air di atmosfer ditemukan di troposfer. Tekanan udara turun, dan suhu menjadi lebih dingin, saat Anda mendaki lebih tinggi di lapisan troposfer.

Stratosfer

Lapisan berikutnya disebut stratosfer. Stratosfer memanjang dari puncak troposfer sampai sekitar 50 km di atas tanah. Lapisan ozon yang terkenal ditemukan di dalam stratosfer. Molekul ozon di lapisan ini menyerap sinar ultraviolet berenergi tinggi (UV) dari Matahari, mengubah energi UV menjadi panas. Tidak seperti troposfer, di lapisan stratosfer justru semakin tinggi semakin panas! Kenaikan suhu di lapisan stratosfer berarti bahwa udara di stratosfer tidak memiliki turbulensi. Pesawat jet biasanya terbang di stratosfer bagian bawah, karena lapisan yang tidak bergejolak ini memberikan perjalanan yang lebih mulus.

Mesosfer

Di atas stratosfer adalah mesosfer. Lapisan ini meluas ke atas sampai ketinggian sekitar 85 km di atas planet kita. Kebanyakan meteor terbakar di mesosfer. Berbeda dengan stratosfer, suhu di lapisan mesosfer sangat dingin. Semakin tinggi kamu berada di lapisan mesosfer, kamu akan menemukan suhu yang semakin dingin. Suhu terdingin di atmosfer bumi, sekitar -90 ° C, ditemukan di dekat lapisan atas ini. Udara di mesosfer terlalu tipis untuk bernafas; tekanan udara di bagian bawah lapisan jauh di bawah 1% tekanan di permukaan laut, dan terus menurun saat kamu pergi lebih tinggi.

Diperbatasan antara mesosfer dan termosfer, terdapat suatu daerah yang disebut ionosfer. Ionosfer merupakan lapisan dimana radiasi berenergi tinggi dari Matahari melepaskan elektron dari atom induk dan molekulnya. Atom bermuatan listrik dan molekul yang terbentuk dengan cara ini disebut ion, memberi ionosfer namanya dan memberi wilayah ini beberapa sifat khusus.

Termosfer

Lapisan udara yang terdapat di atas mesosfer disebut termosfer. Sinar-sinar energi tinggi dan radiasi UV dari Matahari diserap di termosfer, menaikkan suhunya menjadi ratusan atau ribuan derajat. Namun, udara di lapisan ini sangat tipis sehingga terasa dingin sekali pada kita! Dalam banyak hal, termosfer lebih mirip ruang angkasa luar dari pada bagian atmosfer. Variasi jumlah energi yang datang dari Matahari memberikan pengaruh yang kuat baik pada ketinggian puncak lapisan ini dan suhu di dalamnya. Karena itu, bagian atas termosfer dapat ditemukan di ketinggian antara 500 dan 1.000 km di atas tanah. Suhu di termosfer atas dapat berkisar antara 500 ° C sampai 2.000 ° C atau lebih tinggi. Aurora terjadi di termosfer.

Eksosfer

Meskipun beberapa ahli menganggap termosfer sebagai lapisan paling atas dari atmosfer kita, yang lain menganggap eksosfer sebagai "batas akhir" sebenarnya dari lapisan gas bumi. Seperti yang kamu bayangkan, "udara" di dalam eksosfer sangat, sangat, sangat tipis, sehingga lapisan ini lebih menyerupai ruang angkasa daripada termosfer. Sebenarnya, udara di eksosfer terus-menerus - meski sangat lambat - "bocor" dari atmosfer bumi ke angkasa luar. Tidak ada batas atas yang jelas di mana akhirnya eksosfer memudar ke luar angkasa. Definisi yang berbeda menempatkan bagian atas eksosfer di suatu tempat antara 100.000 km dan 190.000 km di atas permukaan Bumi. 

Demikianlah penjelasan tentang Lapisan-lapisan Atmosfer, semoga bisa bermanfaat bagi kalian semua. Apabila terdapat kesalahan di tulisan di atas, kritik dan saran dari pembaca sekalian akan sangat berharga untuk kemajuan blog kami. Terima kasih atas partisipasinya.
Beberapa Manfaat dari Atmosfer

Beberapa Manfaat dari Atmosfer

Manfaat Atmosfer ~ Tanpa lapisan pelindung gas yang membentuk atmosfer bumi, planet ini menjadi sekam yang tidak bernyawa seperti bulan. Atmosfer Bumi melindungi dan menopang penghuni planet ini dengan memberikan kehangatan dan menyerap sinar matahari yang berbahaya. Selain mengandung oksigen dan karbon dioksida, yang dibutuhkan makhluk hidup untuk bertahan hidup. Selain itu, ada beberapa manfaat lain dari adanya atmosfer di bumi.

Atmosfer, Pengertian Atmosfer, Lapisan Lapisan Atmosfer, Gambar Atmosfer, Manfaat Atmosfer, Troposfer, Mesosfer, Termosfer, Eksosfer,
Beberapa Manfaat dari Atmosfer

Suhu

Salah satu manfaat terpenting yang diberikan atmosfer adalah menjaga suhu bumi. Di bulan, yang tidak memiliki atmosfer pelindung, suhu bisa berkisar dari 121 derajat Celsius di bawah sinar matahari (250 derajat Fahrenheit) hingga negatif 157 derajat celcius di tempat teduh (250 derajat Fahrenheit negatif). Di Bumi, molekul-molekul di atmosfer menyerap energi matahari dan hanya menyebarkan kehangatan di seluruh planet ini. Molekul-molekul tersebut juga menjebak energi matahari yang terpantul dari permukaan bumi, hal ini membuat malam di bumi menjadi tidak dingin (efek greenhouse/rumahkaca).

Radiasi

Atmosfer berfungsi sebagai perisai pelindung terhadap radiasi dan sinar kosmik. Matahari membombardir sistem tata surya dengan radiasi ultraviolet, dan tanpa perlindungan, radiasi tersebut dapat menyebabkan kerusakan parah pada kulit dan mata. Lapisan ozon yang terdapat di atmosfer bumi menghalangi sebagian besar radiasi ini untuk mencapai permukaan. Lapisan padat gas molekuler juga menyerap sinar kosmik, sinar gamma dan sinar-x, mencegah partikel energik ini untuk menyerang makhluk hidup dan menyebabkan mutasi dan kerusakan genetik lainnya.

Perlindungan Fisik

Tata surya mungkin tampak seperti tempat yang luas dan kosong, namun kenyataannya penuh dengan puing-puing dan partikel-partikel kecil yang tersisa dari penciptaan planet atau tabrakan di sabuk asteroid. Menurut NASA, lebih dari 100 ton reruntuhan ruang angkasa menyerang Bumi setiap hari, kebanyakan berupa debu dan partikel kecil. Ketika mereka bertemu molekul yang membentuk atmosfer bumi, gesekan yang dihasilkan menghancurkannya jauh sebelum mereka mencapai tanah. Bahkan meteor yang lebih besar bisa hancur karena tekanan ketika masuk ke atmosfir, hal ini membuat bencana meteor merupakan kejadian yang sangat langka di Bumi. Tanpa perlindungan fisik terhadap atmosfer, permukaan bumi akan menyerupai bulan, yang penuh dengan bekas jatuhan meteor.

Cuaca dan Air

Atmosfer juga melayani tujuan penting sebagai media pergerakan air. Air yang menguap keluar dari lautan, mengembun saat mendingin dan turun seperti hujan, memberi kelembaban yang memberi kehidupan ke daerah kering di bumi. Menurut Survei Geologi A.S., atmosfer bumi menampung sekitar 12.900 kilometer kubik (3.100 meter kubik) air pada waktu tertentu. Tanpa atmosfer, air hanya akan mendidih ke luar angkasa, atau tetap membeku di bawah permukaan planet ini.

Itulah beberapa Manfaat dari Atmosfer. Semoga setelah kita mengetahui begitu besar manfaat dari atmosfer, membuat kita semakin bersyukur dan menjaga lingkungan kita agar keberadaan atmosfer tetap terjaga. Karena jika atmosfer kita rusak, kita juga yang akan menanggkung akibatnya. Cara mudah untuk menjaga atmosfer adalah mengurangi produksi co2 dari hasil pembakaran bahan bakar fosil. 
10 Bintang Terbesar di Alam Semesta

10 Bintang Terbesar di Alam Semesta

Bintang Terbesar di Alam Semesta ~ Bintang adalah bola plasma berukuran besar yang disatukan oleh gravitasi. Seperti yang Anda tahu bintang terdekat Bumi adalah Matahari di pusat Tata Surya. Matahari memiliki diameter sekitar 1.392.684 km. Namun, dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya yang ditemukan di alam semesta, bintang utama kita sangatlah kecil. Beberapa bintang lain terlihat dari Bumi pada malam hari, muncul sebagai banyak titik bercahaya yang tetap karena jaraknya yang sangat jauh. Secara historis, bintang yang paling menonjol dikelompokkan menjadi rasi bintang, dan bintang paling terang memperoleh nama yang tepat. Berikut adalah daftar 10 besar bintang terbesar yang dikenal di alam semesta: 
Alam Semesta, Galaksi di Alam Semesta, Pengertian Alam Semesta, Teori Alam Semesta, Sejarah Alam Semesta
10 Bintang Terbesar di Alam Semesta

10. Sirius

Bintang paling terang di langit malam antara 200 dan 300 juta tahun. Sirius bisa dilihat dari mana saja di permukaan bumi. Jarak dari Bumi sekitar 8,6 tahun cahaya. Sirius memiliki ukuran sekitar dua kali lebih besar dari Matahari dan 25 kali lebih terang daripada Matahari. Sirius memiliki radius 1,2 juta km, yang 71% lebih besar dari jari-jari Matahari. Suhu permukaan sekitar 9.940 K

9. Pollux

Bintang pollux terletak di sekitar 34 tahun cahaya dari bumi, sekitar sembilan kali lebih besar dari matahari dengan massa dua kalinya, radiusnya adalah 5.564.000 km. Pollux adalah bintang paling terang di konstelasi Gemini. Suhu permukaan sekitar 4.865 K.

8. Arcturus

Arcturus adalah bintang raksasa merah yang merupakan bintang paling terang di rasi Botes (the Herdsman). Arcturus adalah bintang terang keempat di langit malam, setelah Sirius, Canopus dan Alpha Centauri. Jarak dari Bumi sekitar 36,8 tahun cahaya. Arcturus sekitar 25 kali lebih besar dari matahari, radiusnya sekitar 17.870.000 km. Arcturus berusia sekitar 7,1 miliar tahun dan kemungkinan mulai menggabungkan helium menjadi oksigen dan karbon di intinya. Suhu permukaan kira-kira 4.290 K. Arcturus akan berkembang lebih jauh setelah pasokan heliumnya habis, terlepas dari kulit terluarnya dan menjadi bintang kurcaci putih di dalam nebula planet.

7. Aldebaran

Aldebaran adalah bintang raksasa oranye yang terletak sekitar 65 tahun cahaya di rasi Taurus. Aldebaran sekitar 44,2 kali lebih besar dari Matahari, radiusnya sekitar 30.740.000 km. Suhu permukaan kira-kira 3.910 K. Jaraknya dari bumi sekitar 65,1 tahun cahaya. Aldebaran bersinar dengan 425 kali lebih terang dari Matahari.

6.Rigel

Rigel adalah bintang paling terang di rasi Orion dan bintang paling terang ketujuh di langit malam. Sekitar 12.000 kali bercahaya seperti Matahari. Rigel paling terlihat di malam musim dingin di belahan bumi utara dan musim panas di selatan. Jarak dari Bumi sekitar 860 tahun cahaya. Ini sekitar 78 kali lebih besar dari Matahari, radiusnya kira-kira 54.250.000 km. Suhu permukaan sekitar 11.000 K.

5. Antares

Antares adalah bintang paling terang di rasi Scorpius, memiliki sekitar 850 kali radius Matahari dan 12 kali lebih besar dari Matahari, jika ditempatkan di pusat tata surya kita, ia akan mencapai orbit Mars. Jarak dari Bumi sekitar 550 tahun cahaya. Ini sekitar 57.500 kali lebih terang dari Matahari. Sekitar 12 juta tahun Antares sudah mendekati akhir masa pakainya dan diperkirakan akan meledak sebagai supernova dalam jutaan tahun mendatang. Bintang massa rendah seperti matahari kita ada dalam urutan utama mereka selama beberapa miliar tahun. Suhu permukaan sekitar 18.500 K.

4. Betelgeuse

Betelgeuse adalah si raksasa merah yang merupakan bintang paling terang kesembilan (bintang paling terang di langit adalah Sirius) di langit malam dan terang kedua di rasi Orion. Bintang ini berjarak 640 tahun cahaya dari Bumi dengan massa 20 kali lebih besar daripada Matahari. Betelgeuse memiliki radius sekitar 820.700.000 km. Jari-jari bintang ini sekitar 1200 kali lipat dari Matahari kita. Suhu permukaan sekitar 3.600 K.

3. Mu Cephei

Mu Cephei adalah bintang supergiant merah di rasi Cepheus. Mu Cephei adalah salah satu bintang terbesar dan paling bercahaya yang dikenal di Bima Sakti. Jarak ke Mu Cephei kira-kira 6000 tahun cahaya. Dengan massa 20 kali lebih besar dari Matahari, ia memiliki radius 1.420 kali lebih besar daripada Matahari, sekitar 988.036.000 km. Suhu permukaan sekitar 3.690 K. Mu Cephei mendekati kematian. Mu Cephei telah mulai menyatukan helium menjadi karbon, sedangkan bintang sekuens utama menyatukan hidrogen menjadi helium. Siklus helium-karbon menunjukkan bahwa Mu Cephei berada dalam fase terakhir dalam hidupnya dan dapat meledak sebagai supernova. Sekitar 38.000 kali bercahaya seperti Matahari.

2. VV Cephei

VV Cephei terletak di rasi Cepheus, VV Cephei berjarak sekitar 4.900 tahun cahaya dari Bumi. VV Cephei juga dikenal sebagai HD 208816. Suhu permukaan sekitar 3.600 K. Bintang hypergiant merah ini diperkirakan memiliki jari-jari lebih besar 1.050 dan 1.100 kali dari pada jari-jari Matahari.

1. VY Canis Majoris

VY Canis Majoris adalah hypergiant merah di rasi Canis Major. VY Canis Majoris adalah bintang terbesar yang pernah diketahui tidak hanya diukur dari besarnya jari-jari tetapi juga merupakan jeni bitang yang paling bercahaya. Jari-jarin bintang VY Canis Majoris kira-kira 1.540 kali lebih besar dari Matahari dan memiliki 25 kali massa Matahari. VY Canis Majoris lebih terang 270.000 kali dari Matahari. Jika VY Canis Majoris berada di sistem tata surya kita, dengan ukuran yang sebesar ini, VY Canis Majoris akan mencapai hampir orbit Saturnus jika ditempatkan di tata surya kita. Bintang ini berjarak 4.900 tahun cahaya dari Bumi

Demikianlah ke-10 Bintang Terbesar di Alam Semesta. Dari penjelasan di atas kita tahu bahwa kita bukan apa-apa di alam semesta, bahkan bumi atau pun matahari di sistem tata surya kita hanya bagian paling kecil dari alam semesta ini. Semoga dari penjelasan di atas bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang fenomena di alam semesta.
Jika Tidak Ada Atmosfer di Bumi (4 Hal Mengerikan)

Jika Tidak Ada Atmosfer di Bumi (4 Hal Mengerikan)

Atmosfer, seperti kita ketahui, adalah lapisan pelindung gas yang menyelimuti Bumi. Ini terdiri dari sejumlah gas, termasuk nitrogen (78%), oksigen (21%), argon (0,93%) dan bekas karbon dioksida, hidrogen, helium dan gas mulia lainnya.

Jika kita berbicara tentang manfaat dari atmosfir, mungkin tidak akan cukup hanya dengan menuliskannya saja. Kenyataan bahwa sebagian besar kehidupan yang kita tahu bergantung pada keberadaan atmosfer. Selain menjadi sumber oksigen yang melimpah, yaitu jalur kehidupan sebagian besar bentuk kehidupan di Bumi, atmosfer juga bertindak sebagai lapisan isolasi yang melindungi kita dari cahaya yang intens dan radiasi matahari yang berbahaya. Tapi pernahkah kamu banyangkan jika bumi tidak memiliki Atmosfer? Apa Jadinya?

fungsi manfaat atmosfer
Tidak Ada Atmosfer di Bumi (4 Hal Mengerikan)

1. Tidak Ada Kehidupan

Jika bumi tidak mempunyai atmosfer, tidak mungkin ada manusia atau bahkan tidak ada kehidupan. Fakta ini seharusnya tidak mengejutkan. Karena manusia benar-benar dan sepenuhnya bergantung pada oksigen yang ada di atmosfer, tidak akan ada kemungkinan kelangsungan hidup kita jika tidak ada oksigen. Ini tidak hanya berlaku untuk manusia, tapi juga setiap makhluk yang bergantung pada oksigen, dari semut terkecil sampai paus biru terbesar, semuanya akan binasa.

2. Tidak Ada Air

Atmosfer bertindak seperti rumah kaca. Sinar dari Matahari tidak semuanya masuk, tetapi disaring terlebih dahulu sehingga menyisakan sinar matahari yang tidak berbahaya. Ketika terjadi penguapan akibat panas matahari, uap air yang terangkat tidak langsung keluar ke luar angkasa, melainkan di tahan di atmosfer untuk selanjutnya terjadi siklus hidrologi. Bayangkan jika tidak ada atmosfer di bumi kita, Dengan tidak adanya atmosfer, lautan hanya akan menguap akibat panas yang ekstrem. Kita tida dapat menemukan air di bumi jika tidak ada atmosfer. Jika tidak ada air, maka tidak ada kehidupan.

3. Suhu Ekstrim

Apa yang akan terjadi pada suhu di Bumi? Bulan tidak memiliki atmosfer, jadi pada dasarnya, bulan akan bersuhu 125 drajat celsius di siang hari, dan bersuhu -120 derajat celsius di malam hari. Demikian pula yang akan terjadi di bumi jika bumi kita tidak memiliki atmosfer. Suhu ekstrim yang mana kita, Manusia dan makhluk hidup lainnya tidak dapat bertahan walau hanya satu jam saja tanpa atmosfer!

4. Hujan Asteroid

Sebagaimana kita ketahui, ada ribuan asteroid yang jatuh ke bumi setiap harinya. Untung saja kita punya atmosfer. Asteroid-asteorid tersebut terkikis saat masuk melewati atmosfer kita, dan hanya menyisakan sisa sedikit saja saat menyentuh permukaan bumi. Nah, banyangkan jika tidak ada atmosfer, Bumi kita akan menerima serangan asteroid secara langsung. Dan jika asteorid secara langsung menghantam bumi, kehidupan di bumi akan terancam punah. Seperti punahanya Dinosaurus yang menurut para ahli akibat serangan meteor atau asteroid.

Secara keseluruhan, Bumi sangat bergantung pada atmosfer. Semua bentuk kehidupan hidup di Bumi dengan nyaman karena jasa perlindungan dari Atmosfer. Untuk itu, yuk jaga lingkungan kita agar atmosfer tetap terjaga, agar lapisan ozon tetap terjaga, toh intinya manfaat itu akan kembali ke kita semua. Terima kasih sudah berkenan membaca. Ayo selamatkan Bumi!
5 Contoh Manfaat Litosfer

5 Contoh Manfaat Litosfer

Litosfer merupakan lapisan kulit terluar bumi dimana kita tinggal, hidup, dan menjalani segala aktifitasnya. Pada kesempatan kali ini akan saya hadirkan beberapa manfaat litosfer yang menjadikan adanya litosfer sangat penting bagi kehidupan manusia. Yuk baca manfaat litosfer berikut!

apa Manfaat Litosferion
5 Manfaat Litosferion 
Litosfer merupakan lapisan di Bumi yang sangat penting karena di dalamnya mengandung sumber alam yang sangat besar yang mana bisa berguna bagi kehidupan manusia. Sebagian besar objek materiak yang manusia buktikan disuplai dari litosfer. Berikut adalah manfaat Litosfer.

1. Lithosfer berfungsi sebagai sumber mineral. Pasokan mineral bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat berbagai komoditas, yang digunakan manusia setiap hari.

2. Litosfer juga merupakan sumber utama bahan bakar seperti batubara, minyak bumi dan gas alam. Tanpa bahan bakar ini kehidupan manusia, seperti yang kita kenal sekarang, tidak akan mungkin terjadi.

3. Lithosfer yang dikombinasikan dengan hidrosfer dan atmosfer memainkan peran penting dalam pertumbuhan tanaman dan hewan. Ini memberi nutrisi pada tanaman. Tanaman adalah sumber makanan untuk manusia dan semua hewan lainnya.

4. Litosfer juga merupakan tempat dimana air tawar disimpan. Sebagian besar air berada di bawah tanah, di sungai, di danau, di sungai bawah tanah. Dan itu merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

5. Litosfer merupakan tempat dimana manusia melakukan segala aktivitasnya, termasuk tinggal, bekerja, dan lain sebagainya.

Demikianlah penjelasan mengenai Manfaat Litosfer, semoga apa yang dijelaskan di atas bisa bermanfaat dan menjawab pertanyaan teman-teman sekalian. Apabila ada kesalahan, kritik dan saran dari teman-teman sekalian akan sangat membantu. Terima kasih atas perhatiannya.

Belajar 10 Konsep Dasar Geografi

Belajar 10 Konsep Dasar Geografi

Studi geografi, pada hakikatnya adalah studi keruangan tentang gejala-gejala geografi. karena manusia juga merupakan salah satu objek kajian geografi, maka studi geografi dapat pula dikatakan sebagai studi tentang gejala-gejala nyata yang ada dalam kehidupan manusia. Dari hasil studi tentang gejala nyata ini, maka dalam diri kita akan terbentuk pola abstrak. Pola abstrak inilah yang disebut dengan konsep geografi.

Konsep Dasar Geografi, 10 Konsep Dasar Geografi, Konsep Lokasi, Konsep Jarak, Konsep Keterjangkauan, Konsep Pola, Konsep Morfologi, Konsep Agiomersi, Konsep Nilai Kegunaan, Konsep Interaksi, Konsep Difernsiasi, Konsep Keterkaitan Keruangan.
Belajar 10 Konsep Dasar Geografi

Berikut ini adalah konsep-konsep geografi yang dapat digunakan untuk menganalisis masalah geografi yang kita pelajari.

1. Lokasi
Lokasi mengandung pengertian kedudukan suatu objek di permukaan bumi. Secara umum, lokasi suatu objek dapat dilihat dari lokasi absolut (yang didasarkan atas koorinat geografi/astronomis) dan lokasi relatif (yang didasarkan pada letak keruangan geografis).

2. Jarak
Jarak berkaitan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, dna pertahanan suatu negara. Misalnya harga suatu produk pertanian akan semakin mahal jika jaraknya semakin jauh dari pusat produksi pertanian tersebut.

3. Keterjangkauan
Konsep ini berkaitan dengan ada tidaknya askesibilitas, baik jalan maupun saranan yang menjangkau suatu daerah. Misalnya daerah pedalaman akan sulit berkembag apabila sulit dijangkau karena tidak adanya jalan dan saran angkutan.

4. Pola
Suatu pola tertentu sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang ada. Misalnya pola permukiman memanjang akan banyak dijumpai di tepi pantai dan tepi sungai, karena mengikuiti pola aliran sungai di bagian tanggul alam atau beting pantai di pesisir.

5. Morfologi
Bentuk muka bumi merupakan hasil dari proses yang terjadi di permukaan bumi, seperti pegunungan, patahan, lipatan, atau gunung api. Sebagi contoh, di Indonesia terdapat banyak pengunungan karena wilayah Indonesia dilalui jalur gunung api aktif, yakni Sirkum Pasifik.

6. Agiomerasi
Konsep ini berawal dari pemilihan suatu tempat yang paling menguntungkan dan akan mengarah kepada persamaan jenis. Contohnya orang-orang dari golongan ekonomi menengah ke atas akan memgelompok pada perumaah tertentu, yakni perumahan elit.

7. Nilai Kegunaan
Ada perbedaan kepentingan dari nilai guna dari suatu barang, antara dearah yang satu dengan daerah yang lain, maupun antara orang yang satu dengan orang yang lain. Sebagi contoh di dearah dataran rendah, sepeda snagat penting dan banyak digunakan dibanding dengan daerah pegunungan karena adalah perbedaan topografi.

8. Interaksi/Interdependensi
Adanya perbedaan akan menciptakan terjadnya suatu hubungan/interakais yang mengakibatkan adanya saling ketergantungan antara wilayah yang satu dengan wilayah lain. Misalnya daerah pedesaan menghasilkan hasil pertanian, sedangkan adaerah kota menghasilkan barang industri. Hasil pertanian ini dibutuhkan daerah kota, sebaliknya daerah pedesaan membentuhkan barang industri.

9. Difernsiasi Areal
Ada fenomena yang berbeda antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Walaupun suatu tempat seolah terlihat serupa, namun pasti ada perbedaanya, baik dilihat dari penduduknya, keadaan alamnya, atau keadaan ekonominya.

10. Keterkaitan Keruangan
Adanya suatu fenomena pasti berkaitan derat dengan fenomena yang lain. Pusat perbelanjaan hampir pasti dibangun di darah yang dekat dengan atau di darah berpenduduk padat, dan tidak mungkin di daerah yang jauh atau sedikit penduduknya.

Itulah penjelasan mengenai Kosep Dasar Geografi, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
Sejarah Singkat Terbentuknya Bumi

Sejarah Singkat Terbentuknya Bumi

Proses terbentuknya Bumi sendiri tidak dapat dipisahkan dari kelahiran alam semesta dan proses terbentuknya tata surya. Hal itu karena Bumi merupakan bagian dari alam semesta dan tata surya.

Bumi mulai terbentuk saat butiran debu dan gas yang berada di sekitar Matahari saling melekat membentuk partikel. Partikel-partikel tersebut selanjutnya menggumpal menjadi lebih besar dan saling bertabrakan hingga membentuk benda-benda berukuran planet. Salah satu benda tersebut diperkirakan sebagai Bumi dalam bentuk massa batuan yang dikelilingi gas dan tidak mengandung air.

Bumi, Sejarah Bumi, Terbentuknya Bumi, Sejarah Terbentuknya Bumi, Sejarah Singkat Terbentuknya Bumi.
Sejarah Singkat Terbentuknya Bumi 
Gaya berat yang memiliki Bumi mengingkatkan tekanan sehingga bagian dalam Bumi akan mencari. Sementara itu, bahan yang berat seperti besi akan tertekan dan tenggelam ke dalam Bumi. Sedangkan bahan yang ringan akan muncul dan mengapung ke permukaan membentuk kerak Bumi.

Adanya pemanasan di dalam Bumi menyebabkan terbentuknya uap air dan gas-gas lainnya hingga membentuk atmosfer. Diperkirakan unsur-unsur yang terkandung dalam atmosfer pada saat itu adalah hidrogen, helium, metana, dan amonia. Susunan unsur seperti itu sama dengan susunan unsur pada atmosfer planet Yupiter. Unsur oksigen belum banyak terkandung dalam atmosfer. Bertambah banyaknya kadar oksigen terjadi pada saat batuan yang lelah secara terus-menerus teruai hingga cukup untuk mendukung kehidupan tumbuhan dan hewan.

Seiring dengan terbentuknya atmosfer tersebut, awan yang telah ada sejak awal tersapu oleh angin Matahari. Atmosfer pun mengurangi pancaran langsung matahari ke Bumi. Bumi menjadi dingin dan uap air membentuk awan tebal di atmosfer.

Perlahan-lahan dan dalam kurun waktu jutaan tahun awan tersebut mendingin, uap air mengembun, selanjutnya menjadi hujan yang sangat lebat hingga membanjiri BUmi dan mendinginkan di permukaan Bumi.

Limpahan air hujan tersebut pada akhirnya berkumpul pada tempat yang rendah di Bumi hingga terbentuk samudra. Namun, pada saat itu samudra belum terasa sangat asin. Hujan yang turun terus-meneurs melarutkan garam dari tanah dan batuan dan dialirkan oleh sungai hingga ke laut.

Itulah penjelasan mengenai Sejarah Terbentuknya Bumi, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
Ada Berapa Galaksi di Alam Semesta Ini?

Ada Berapa Galaksi di Alam Semesta Ini?

Galaksi di Alam Semesta ~ Kita hidup di planet yang bernama Bumi. Bumi adalah adalah satu planet dari delapan planet yang ada di sistem tata surya kita. Sistem tata surya kita memiliki satu bintang yang disebut Matahari. Matahari merupakan satu dari milyaran bahkan trilyuanan bintang di dalam galaksi bima sakti. Apakah kamu tahu ada berapa galaksi di alam semesta ini? 

Alam Semesta, Galaksi di Alam Semesta, Pengertian Alam Semesta, Teori Alam Semesta, Sejarah Alam Semesta
Ada Berapa Galaksi di Alam Semesta Ini?
Menurut penelitian baru-baru ini, terdapat 2 triliun galaksi di alam semesta, penemuan terbaru ini 20 kali lebih banyak dari perkiraan sebelumnya. Temuan mengejutkan, berdasarkan pemodelan 3D gambar yang dikumpulkan lebih dari 20 tahun oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble, diterbitkan di Jurnal Astronomi.

Sudah menjadi perdebatan antar para ilmuan tentang seberapa banyak galaksi yang ada di alam semesta ini. Perdebatan tersebut dimulai setidaknya sejak astronom AS Edwin Hubble menunjukkan pada tahun 1924 bahwa galaksi Andromeda bukanlah bagian dari Bima Sakti kita sendiri. Walaupun begitu, bahkan di era astronomi modern seperti sekarang ini, mendapatkan penghitungan yang akurat tentang seberapa banyak galaksi di alam semesta ini telah terbukti sangat sulit.

Untuk mencari tahu seberapa banyak galaksi di alam semesta, dulu kita hanya bisa mengamati cahaya yang dilepas oleh benda-benda yang jauh yang dapat mencapai Bumi. Selebihnya, jauh dari jangkauan kita. Dan bahkan di dalam "alam semesta yang dapat diamati" ini, teknologi saat ini hanya memungkinkan kita untuk melihat hanya 10% dari apa yang ada di luar sana, sesuai dengan temuan baru ini.

"Ini mengejutkan pikiran bahwa lebih dari 90% galaksi di alam semesta belum dipelajari," komentar Christopher Conselice dari University of Nottingham, yang memimpin penelitian ini. "Siapa yang tahu hal-hal menarik apa yang akan kita temukan saat kita mengamati galaksi ini dengan teleskop generasi berikutnya?" Katanya dalam sebuah pernyataan.

Dengan menggunakan gambar dalam ruangan dari Hubble, Conselice dan timnya dengan susah payah mengubahnya menjadi 3D untuk mengukur jumlah galaksi pada waktu yang berbeda dalam sejarah alam semesta. Analisisnya mencapai lebih dari 13 miliar tahun - sangat mendekati saat "Big Bang" yang diperkirakan telah melahirkan alam semesta.

Sebuah galaksi adalah sistem jutaan atau miliaran bintang, yang disatukan oleh gravitasi, dengan sistem planet di dalamnya. Dengan menggunakan model matematis baru, para astronom dapat menyimpulkan jumlah galaksi "tak terlihat" di luar jangkauan teleskop, yang menyebabkan realisasi mengejutkan bahwa sebagian besar galaksi tersebut terlalu samar dan jauh tak terlihat.

Ketika alam semesta baru berumur beberapa miliar tahun, ada 10 kali lebih banyak galaksi dalam jumlah ruang yang ada seperti sekarang, temuan para penelitian tersebut menyarankan. Hal ini pada gilirannya menunjukkan bahwa terdapat evolusi signifikan yang terjadi yang menyebabkan berkurangnya jumlah galaksi saat alam semesta ini berkembang.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa ternyata di alam semesta ini diperkirakan ada lebih dari 2 triliun galaksi. Bayangkan saja, dalam satu galaksi ada miliaran atau mungkin triliunan bintang seperti matahari pada sistem tata surya kita. Hal ini menunjukkan, alam semesta ini tidak terbatas meningat alam semesta ini masih berkembang.
8 Planet di Sistem Tata Surya Kita

8 Planet di Sistem Tata Surya Kita

Planet merupakan benda angkasa anggota dari sistem tata surya. Diketahui ada 8 Planet yang beredar mengitari Matahari di sistem tata surya kita yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai deskripsi masing-masing planet. Semoga bermanfaat.

1. Merkurius

Merkurius merupakan planet terdekat dengan Matahari. Jarak Merkurius dari Matahari sekitar 57 juta kilometer. Oleh karena dekatnya dengan Matahari, suhu pada siang hari dapat mencapai lebih dari 430 C (cukup untuk melelehkan baja). Adapun pada malam hari suhunya turun drastis menjadi -180 C. Bagian kulit dan kerak permukaan Merkurius sebagian besar terdiri atas batu, tetapi bagian pusatnya (75% dari seluruh jumlah diameternya) terdiri atas besi. Dari hasil foto ruang angkasa Mariner 10 dapat terlihat bahwa hampir seluruh permukaan Merkurius dipenuhi oleh kawah yang dihasilkan dari pecahan benda angkasa yang menabrak permukaannya. Kawah-kawah besar utama yang ada di Merkurius kemudian diberikan nama, yaitu Bach, Beethoven, Wagner, Shakespeare, dan Tolstoy.

Merkurisu merupakan planet terkecil dalam sistem tata surya. Beratnya hanya 20% dari berat Bumi sehingga gaya gravitasinya hanya bisa menahan debu sodium atmosfer yang sangat ringan. Oleh karena bentuknya yang kecil, mendorong inti pusatnya untuk meningin dan berubah menjadi keras (tidak seperti Bumi). Ketika peristiwa ini terjadi, Merkurius akan mengempis dan permukaannya akan mengerut seperti kulit orang tua.

Dalam satu kali rotasi, Merkurius membutuhkan waktu 58,6 hari. Akan tetapi, untuk mengorbit Matahari, tergolong sangat cepat, yaitu hanya membutuhkan 88 hari. Badingkan dengan Bumi yang membutuhkan waktu satu tahun (365,25 hari) untuk melalkukan satu kali rotasi.

Planet, Planet di Sistem Tata Suyra, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.
8 Planet di Sistem Tata Surya Kita

2. Venus

Planet kedua dalam sistem tata surya adalah Venus. Jarak terdekat dari Matahari sekitar 107,4 juta km dan jarak terjauhnya sekitar 109 juta km. Venus bersinar seperti bintang di langit malam. Hal ini disebabkan atmosfer tipis yang ada di planet Venus mampu merefleksikan sinar matahari dengan sangat baik. Planet ini merupakan benda angkasa yang paling terang di langit, setelah Matahari dan Bulan. Oleh karena sinarnya yang sangat terang, Venus disebut juga Bintang Senja karena dapat dilihat dari Bumi pada sore hari, setelah matahari terbenam. Venus bisa juga disaksikan pada pagi hari sebelum matahari terbit.

Venus memiliki atmosfer berupa awan tebal berwarna putih yang merupakan hasil percampuran antara gas karbon dioksida dan asam sulfur yang dikeluarkan oleh berbagai gunung api di planet ini.

Venus merupakan planet terpanas dalam keluarga sistem tata surya. Bayangkan temperatur permukaannya bisa mencapai lebih dari 470 C. Panas yang besar tersebut karena karbon dioksida yang ada di atmosfer bekerja seperti gelas kaca dalam sebuah green house untuk menangkap panas sinar matahari. proses pemanasan ini dikenal dengan efek pelepasan rumah kaca. Awan tebal menutup permukaan planet ini dengan baik hingga pesawat ruang angkasa Russia Venerra 13 mendarat di plent ini pada 1982 untuk membuktikannya.

Rotasi Venus berlangsung sangat lambat. Satu kali rotasi, membutuhkan waktu 243 hari bumi lebih lama dibandingkan dengan satu tahunnya selama 224,7 hari. Revolusi Venus lebih cepat waktunya dibandingkan dengan waktu rotasinya. Akan tetapi, karena Venus berotasi berlawanan arah, Matahari muncul dua kali selama orbit tahunnannya (satu kali setiap 116,8 hari).

Venus adalah planet yang paling dekat dengan Bumi dan ukurannya lebih kecil dari Bumi. Diameternya berukuran kira-kira 12.102 km.

3. Bumi

Bumi merupakan planet ketiga dari Matahari. Jaraknya kira-kira 149,6 juta km. Pada 3 Januari setiap tahunnya, merupakan titik terdekat bumi dari Matahari disebut perihelion. Bumi berjarak 147.097.800 km dari Matahari. Adapun pada 4 Juli merupakan titik terjauh Bumi dengan Matahari (aphelion), dengan jarak 159.098.200 km. Diameter bumi mencapai 12.756 km dan 40.024 km di khatulistiwa dan bumi termasuk kategori lima planet terbesar dalam keluarga tata surya. Selain itu, bumi merupakan salah satu dari empat planet berbatu selain Merkurius, Venus, dan Mars. Unsur penyusunnya hampir sebagain besar berupa batu dengan unsur besi dan nikel pada bagian intinya. Bumi hanya memiliki satu bulan pengiring.

Bumi tersusun atas material-material dasar yang sama dengan meteorit dan planet-planet berbatu lainnya, yaitu besi (35%), oksigen (28%), silikon (17%), magnesium (13%), nikel (2,7%), sulfur (2,7%), kalsium (0,6%), alumunium (0,4%) dan materi lainnya (0,6%). Bersyukurlah bahwa planet yang ditempati sekarang ini merupakan keluarga tata surya yang menunjang kehidupan.

Dalam sistem keluarga tata surya, hanya Bumi lah yang permukaanya berupa air. Inilah yan gmenyebabkan mengapa di Bumi terdapat kehidupan. Hampir 70% permukaan Bumi diselimuti oleh air.

4. Mars

Mars dikenal dengan sebutan planet merah. Wilayahnya teridir atas perbukitan, gunung, lembah, dan kawah yang gersang. Rata-rata jarak dari Mars ke Matahari adalah sekitar 228 juta km. Periode rotasi planet merah ini hampir sama dengan Bumi yaitu 24,6 jam, sedangkan periode revolusi memakan waktu sekitar 1,9 tahun waktu Bumi.

Atmosfer Mars tersusun oleh gas karbon dioksida (CO2). Planet ini memiliki dua satelit alam, yaitu Deimos, dan Fobos.

5. Jupiter

Planet terbesar dalam sistem tata surya kita adalah Jupiter, dengan panjang diameter 142.860 km. Rata-rata jarak Jupiter ke Matahari adalah 779 juta km. Sebagian besar massa planet raksasa ini terdiri atas gas Hidrogen, helium, Matan, dan Amoniak. Hal ini menyebabkan kepadatan Jupiter sangat rendah, yaitu hanya sekitar setengah kali kepadatan Bumi.

Periode rotasi Jupiter memerlukan waktu paling singakt dibandingkan dengan planet-planet lain, yaitu sekitar 9,8 jam. Adapun waktu revolusinya memakan waktu sekitar 11,9 tahun waktu Bumi.

Hal yang cukup menari dari keberadaan planet Jupiter adalah adanya bercak merah di sekitar ekuator planet ini, yang berdasarkan perhitungan para ahli astronomi memiliki ukuran sekitar 50.000 kilometer. Lokasi bercak ini senantiasa berubah-ubah. Berdasarkan hasil pengamatan, ternyata bercak tersebut merupakan badai topan yang sangat hebat yang terjadi di atas atmosfer Jupiter dengan kecepatan putaran sangat tinggi.

Jupiter memiliki 16 satelit. Beberapa di antaranya adalah Io, Europa, dan Callisto.

6. Saturnus

Planet terbesar kedua setelah Jupiter adalah Saturnus dengan diameter sekitar 120.000 km. Rata-rata jarak antara Saturnus ke Matahari adalah 1.428 juta km. Saturnus merupakan planet terindah dengan ribuan cincin mengelilingi tubuhnya. Waktu yang dibutuhkan Saturnus dalam melakukan satu kali rotasi adalah sekitar 10,6 jam. Sedangkan periode revolusinya memakan waktu sekitar 29,5 tahun.

Seperti halnya Jupiter, atmosfer Saturnus terususn oleh gas utama Metan dan Amoniak. Planet ini memiliki 18 satelit alam, beberapa di antaranya adalah Titan, Hyperion, Phoebe, Mimas, Tethys, Calypso, Enceledus, dan Iapetus.

7. Uranus

Uranus merupakan satu di antara planet dalam keluarga Matahari yang memiliki keunikan tersendiri. Planet tersebut memiliki cincin tipis dengan lebar sekitar 1 meter, bidang ekuatornya hampir tegak lurus terhadap garis edar planet mengelilingi Matahari (ekliptika). Hal ini mengakibatkan arah rotasinya sangat berbeda dengan planet-planet lain, yaitu searah jarum jam. Sebagaimana kita ketahui bahwa semua plent berotasi dari barat ke timur, keculai Venus (dari timur ke barat).

Rata-rata jarak antara plent Uranus ke Matahari adalah 2.875 juta km. Periode waktu yang dibutuhkan untuk satu kali rotasi adalah 24 jam, sedangkan periode revolusi Uranus mengedari Matahari memerlukan waktu sekitar 84 tahun.

Atmosfer Uranus tersusun atas dua gas utama, yaiu Hidrogen, dan Metan. Planet ini memiliki lima satelit alam, yaitu Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, dan Miranda.

8. Neptunus

Neptunus merupakan planet terjauh dari Matahari. Rata-rata jaraknya dari Matahari adalah sekitar 4.500 juta km. Jarak yang sangat jauh ini mengakibatkan periode revolusi Neptunus memakan waktu sangat lama, yaitu sekitar 165 tahun. Adapaun waktu yang diperlukan dalam satu kali rotasi adalah 22 jam

Diameter planet Neptunus cukup panjang yaitu sekiar 48.600 kilometer. Massa Neptunus diselubungi oleh atmosfer yang tersusun atas gas AMoniak dan Metan. Planet ini memiliki dua satelit alam, yaitu Triton, dan Nereid.

Pada awalnya, Pluto teridentifikasi masuk sebagai salah satu planet di sistem tata surya. Pluto memiliki ukuran kecil dengan posisi dan jarak terjauh dari Matahari. Namun, pada 24 Agustus 2006, berdasarkan kesepakatan 434 para hali astronomi yang menyelenggarakan pertemuan International Astronomical Union (IAU) bertempat di Praha, Republik Ceko, Pluto dikeluarkan sebagai salah satu planet di sistem tata surya. Berdasarkan kesepakatan tersebut Ploto yang pada awalnya merupakan planet terkecil dan terjauh dalam sistem tata surya dianggap sebagai plant kerdil (dwarf planet).

Suatu benda langit disebut planet apabila benda langit tersebut memiliki proposi ukuran yang besar dan menempati garis orbit yang tetap dalam mengitari Matahari dalam suatu sistem tata surya dan tidak memiliki garis orbit yang sama dengan planet lain. Berdasarkan penelitian para hali astronmo garis orbit Pluto tumpang tindih dengan garis orbit Netpunus sehingga Pluto terdiskualifikasi dari sistem tata surya.

Itulah penjelasan mengenai 8 Planet di Sistem Tata Surya, semoga dari penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca sekalian. Mohon maaf jika ada suatu kesalahan. Kami terbuka akan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Terima kasih banyak sudah menyempatkan berkunjung dan membaca!
Copyright © SEPIL. My Simple Template: Simple Template Design